SMP Islam Cendekia Cianjur

SMP Islam boarding school yang memadukan antara sekolah umum dan pesantren modern.

Penerimaan murid baru tahun ajaran 2015

Gelombang pertama pendaftaran sudah dibuka, segera daftarkan putra dan putri Bapak / Ibu ke SICC

Masjid Annisa

Masjid Annisa merupakan sentral kegiatan seluruh aktifitas di Sekolah islam unggulan SICC

Toilet dan kamar mandi SICC

Kebersihan adalah bagian dari Iman, oleh karenanya SICC mengutamakan kebersihan dan keindahan hingga toilet dan kamar mandinya

Gedung Utama SICC

Gedung kembar 3 lantai yang dapat menampung lebih dari 600siswa

Tampilkan postingan dengan label smp islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smp islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Desember 2014

Ibu Een pahlawan pendidikan abad ini

Ibu Een, meskipun terbaring sakit tetap mengajar
 
 
Liputan6.com, Jakarta : Sedikit saja cobaan di dalam hidup ini kerap membuat orang cepat mengeluh. Namun, lihatlah Een Sukaesih yang mendapat cobaan bertubi-tubi tapi tak terlihat ada kelelahan di wajahnya. Penerima Liputan6 Award itu memang sudah 32 tahun menderita penyakit Rheumatoid arthritis (RA). Dan penyakitnya itu membuat lumpuh selama 26 tahun. Namun, ia masih tetap bersemangat untuk memberikan yang terbaik untuk orang banyak.
Ia menyadari, kelumpuhannya mungkin merepotkan banyak orang. Namun Een ingin penyakitnya itu tak menghentikan dirinya memberikan yang terbaik untuk banyak orang.
Wanita kelahiran 10 Agustus 1963 itu ingat betul awal dari kelumpuhannya. Ketika usianya masih 18 tahun, ia mulai mengalami sakit-sakitan. Selama enam tahun mengalami sakit, Een masih bisa jalan. Namun, sejak 1987, penyakitnya membuatnya lumpuh dan hanya terbaring di tempat tidur.
Sakitnya Een dimulai pada suatu pagi. Tiba-tiba saja Een merasakan lengan kirinya tak bisa diangkat dan tak bisa digerakkan. Sakitnya pun luar biasa seperti ditusuk-tusuk.
"Sore harinya saya ke dokter untuk berobat dan sembuh dengan minum obat selama 3 hari. Pada hari keempat, obat itu habis dan penyakitnya kambuh. Bukan hanya lengan kiri kali ini, tapi kanan juga. Saya ke dokter lagi," ujar alumni IKIP Bandung (Universitas Pendidikan Indonesia/UPI) itu saat dihubungi Liputan6 melalui telepon, Rabu (5/6/2013).
Sakit yang dialami Een dari hari ke hari bukannya membaik malah memburuk. Secara bertahap penyakitnya berkembang. Dari lengan kiri, ke lengan kanan, beralih ke lutut kiri dan kanan, dan berkembang ke semua sendi dari kepala hingga ujung kaki.
Een sempat mengurangi makan jeroan meski ia tak terlalu menyukainya untuk melihat dampaknya ke penyakitnya. Bahkan ada dokter yang juga menganjurkan agar ia tak minum susu dan tak makan daging-dagingan. Tapi, sakit itu masih terasa.
"Dari situ saya merasakan kalau dari makanan tak ada pengaruhnya," ujar Een.
Een didiagnosa terkena Rheumatoid arthritis (RA). Penyakit ini merupakan penyakit autoimun kronis, progresif dan melumpuhkan. Beberapa penelitian menunjukkan kalau penderita penyakit ini kebanyakan kaum wanita.
"Pada 1987 saya tak bisa jalan. Tak lama kemudian, saya terkena infeksi usus akibat terlalu banyak obat rematik. Kan panas," katanya lagi.
Saat sakit infeksi usus itu, Een sempat divonis dokter kalau usianya hanya bisa bertahan 1 minggu. Memang, dokter yang didatanginya itu bukanlah dokter yang biasa. Maklum saja, keluarganya sewaktu itu sedang panik dan mencari dokter yang berpraktik.
"Setelah beberapa hari, saya periksa ke dokter biasa setelah ia datang dari luar negeri," ujar Een.
Dan diagnosa dokter ternyata tak terbukti, infeksi ususnya bisa sembuh.
Setelah itu, Een menjalani pengobatan alternatif selama enam bulan dan melakukan pijat. Sehari saja tidak dipijat, sakit yang dialami Een bisa kambuh lagi.
"Tapi beberapa bulan kemudian, tubuh belakang saya lecet karena tak bisa bolak-balik, cuma terlentang. Itu lecetnya kurang lebih selama 6 bulan".

Ban Jadi Bantal

Kelamaan terbaring di ranjang membuat tubuh Een memar. Pengobatan alternatif mencari akal dengan memakai ban dalam untuk Vespa yang diletakkan di bawah pinggulnya. Ban itu hanya diisi sedikit angin sebagai bantalan agar punggungnya tak menekan ke kasur."Ban itu dibalut kain tipis supaya tidak panas. Sekarang sudah tidak lecet-lecet lagi. Sekarang pakai busa untuk di pinggul. Jadi punggung tidak terlalu menekan ke kasur. Lecet sampai sekarang sudah sembuh".
Dengan bantalan itu mungkin telah menyembuhkan masalah lecet yang dialami Een. Namun, dengan teratasinya satu masalah berlalu mendatangkan masalah yang lainnya. Pada 2007, tubuh bagian belakang Een kembali terasa pedih seperti ada benjolan di bekas lukanya. Sakit itu terasa beberapa lama. Ia tak mengobatinya ke dokter. Namun, seseorang memberinya obat untuk mengatasi benjolan itu.Sejak saat itu, Een memilih tak mengobati penyakit sendinya ke dokter. Ia memilih membeli obat warungan jika sakitnya kumat.
"Dilematis, ke dokter berapa kali dibilangnya, ya sudah sabar," ujarnya.

Sakit Mata Bukan Katarak

Penyakit Een bertambah lagi pada pertengahan Juli tahun lalu. Mata kirinya tiba-tiba sakit. Setelah diperiksa dan diobati, sakitnya agak mendingan. Namun, mata kirinya kini tak bisa melihat lagi.

"Saya pernah diperiksa ke rumah sakit karena mau ikut operasi katarak gratis. Kata dokter, mata saya harus ke rumah sakit dan ternyata, dokter mengatakan saya bukan katarak. Ini infeksi katanya yang mungkin faktor penyebabnya dari penyakit yang saya derita," jelas Een.

Sebenarnya, Een disarankan untuk melakukan operasi mata. Jika korneanya tidak rusak parah, ia masih bisa menerima donor mata. Namun jika rusak parah sudah tidak bisa. Namun, Een menolak untuk melakukan pengobatan.

"Pertama, saya tidak tahu orang yang mendonorkan matanya. Kedua, kondisi saya seperti ini, struktur tubuh sudah tidak normal lagi. Nanti, takut tumbuh masalah baru. Takut mata tertusuk".

Kedatangan Een ke Jakarta pada Liputan6 Award sebenarnya penuh perjuangan. Ia baru saja dirawat selama satu minggu. Namun, Een dengan semangat tetap datang ke Jakarta untuk mengetahui batas kekuatannya.

"Saya coba ke Jakarta sampai di mana kekuatan saya sekarang. Pas di Ancol saya sudah keluar keringat dingin tapi saya mau menguji sampai di mana saya bisa bertahan. Tapi karena banyak anak-anak saya jadi terhibur dan terobati," ujarnya menambahkan.

Een mengakui, sumber kekuatannya untuk tetap bertahan adalah dari anak-anak didiknya. Di usianya yang tak muda lagi Een memang masih melajang. Namun, hidupnya selalu dikelilingi anak-anak didiknya yang menyayanginya.

"Anak-anak ini obat buat saya. Sebenarnya, apa yang saya lakukan semata-mata demi Ridho Allah SWT dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Di satu sisi, saya merepotkan orang lain. Tapi, di sisi lain, saya ingin bermanfaat buat orang lain".

Menurutnya, ketika sakit menghampirinya, Een ingat ke anak-anaknya. Dulu, sewaktu neneknya masih ada, sang neneklah yang menjadi semangat hidupnya. Maklum saja, Een merupakan cucu kesayangan neneknya. Selama bertahun-tahun, Een hidup bersama nenek dan kakeknya.

"Nenek pernah berpesan, `Teteh jangan dahului nenek. Nenek nggak ada siapa-siapa`. Dan nenek meninggal ketika saya berusia 34 tahun".

Hidup dengan Obat

Een menyadari, sejak dokter mendiagnosa penyakitnya kemungkinan untuk sembuh sangat tipis. Bahkan dokter memberitahu kalau penyakit yang dideritanya belum diketahui penyebab dan obatnya.
Untuk obat-obatan rematiknya, Een tidak setiap saat meminumnya. Ia baru akan meminumnya jika sakitnya terasa parah. Sedangkan obat yang rutin diminumnya malah obat maag.

"Dilematis. Kalau dimakan rutin (obat penghilang rasa sakit), lambung kena. Nggak dimakan, saya yang nggak kuat".

Tubuh Een mungkin sudah lumpuh. Namun, ketika berobat ke dokter penyakit dalam, Een bersyukur kondisi jantung dan hatinya masih bagus. Sakit yang dialami Een tak membuatnya patah semangat. Ia bahkan mengimbau teman-temannya yang senasib untuk tetap bersabar.

"Untuk saudara-saudara saya yang sependeritaan. Semoga tetap bersabar atas segala yang kita terima. Berprasangka baiklah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan begitu kita akan yakin segala yang kita terima pasti yang terbaik untuk kita".

"Bersabar harus dengan bersyukur kita masih diberikan kehidupan. Masih banyak nikmat yang kita terima. Untuk mengantisipasi sakit yang kita derita, alangkah lebih baiknya kita imbangi dengan kegiatan yang positif. Syukur-syukur bermanfaat buat semua orang. Jika tidak, minimal untuk diri sendiri dan keluarga".

http://health.liputan6.com/read/603489/kisah-bu-guru-een-sukaesih-yang-26-tahun-terjebak-dalam-lumpuh

Lingkungan SMP Islam Cendekia Cianjur

Kamis, 02 Januari 2014

penerimaan siswa tahun ajaran 2014 -2015

 INFORMASI PENDAFTARAN

SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR
(BOARDING SCHOOL)
Jalan Pramuka Ds. Sindanglaka, Tel. (0263) 268400.
A.      Boarding.
Calon murid SMP ISLAM
  1. Berbadan sehat serta tidakmengidap penyakit Hepatitis B atau penyakit menular lainnya (berbahaya).
  2. Membawa surat keterangan dokter bahwa calon murid bukan pemakai dan pengguna Narkotik dan Zat Adiktif lainnya (dengan melapirkan surat hasil pemeriksaan laboratorium yang indevenden dan dapat dipertanggung jawabkan).
  3. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan.
  4. Membaca dan mengisi surat perjanjian dan surat pernyataan bermaterai.
  5. Menyerahkan pas photo warna ukuran 3×4 dan 4×6 ( masing-masing 2 lembar).
Ketentuan     : Laki-laki menggunakan Twikim putih.
                        Perempuan menggunakan Jilbab putih.
  1. Membayar :
    1. Biaya Masuk
  • Uang Pendaftaran                                                 : Rp. 150.000,-
  • Uang Dana Tahunan (UDT)
Gelombang I                                                                  : Rp. 8.500.000,-
Gelombang II                                                                 : Rp. 10.000.000,-
  • Biaya Mutasi (Khusus bagi murid/pindahan)             : Rp. 1.000.000,-
  1. Biaya Rutin Perbulan
  • Uang Dana Boarding (SPP boarding)                        : Rp. 1.000.000,-
Yang dibayar paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.
Biaya tersebut meliputi :
  1. Biaya pendidikan di Pesantren.
  2. Biaya tinggal di pesantren.
  3. Biaya mencuci pakaian.
  4. Biaya konsumsi (makan 3 kali sehari).
  5. Biaya Rutin Persemester
Uang Bimbel / Private (disesuaikan dengan jenis dan jumlah pelajaran yang diikuti).
  1. Biaya Pengobatan Siswa
Biaya pengobatan/kedokter akan dilampirkan dengan biaya SPP Boarding.

Untuk Uang Dana Tahunan  (UDT) dan Uang Dana Boarding (SPP Boarding) dapat ditransfer via Bank atas nama : 
Bank Mandiri 132-00-1434385-0, a/n SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR
(Penting : bukti tranfer asli diserahkan kepada petugas Tata Usaha)
  1. Melengkapi persyaratan masuk sekolah:
  2. 1 (satu) copy rapot kls 6 SD/MI .
    1. 3 (tiga) Lembar copy Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional      (SKHUN) dilegalisir.
    2. 3 (tiga) lember copy Ijazh dilegalisir.
    3. 3 (tiga) lembar copy Akte Kelahiran.
    4. Surat Keterangan Kelakuan Baik dari sekolah.
    5. Buku Pribadi dari sekolah asal (bila ada).
    6. Surat Mutasi dari sekolah yang disahkan Diknas (Khusus murid pindahan).

  1. B.   WAKTU PENDAFTARAN
Pendaftaran dibuka setiap hari pukul 08.30 – 16.00
Untuk informasi hubungi langsung :
Ustad Saepul Muharam, S.Pd. (0857 2160 6396)
Telp : (0263) 268400.
Email : sicc.boarding@gmail.com
http://smpitcendekia.com






http://smpcendikiacianjur.blogspot.com/2014/01/penerimaan-siswa-baru-tahun-pelajaran.html
Lapangan Futsal SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR (SICC)










Kamis, 28 November 2013

SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR



SICC atau SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR adalah Sekolah Islam dengan sistem Boarding School yang merupakan SMP Islam Terpadu antara SMP Pesantren dan SMP Umum.

SICC terletak di Cianjur Jawa Barat lengkapnya  beralamat di  Jalan Pramuka, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur. Karena sekolah Islam ini selain sekolah umum juga merupakan pesantren modern  maka bangunan didesain dengan konsep bangunan kelas modern  serta dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti  asrama, masjid, kantin, sarana olah raga dan sarana berkebun agar kegiatan belajar mengajar menjadi bersih dan nyaman serta menimbulkan suasana betah bagi murid murid nya.

Berikut beberapa photo lokasi SMP Islam, bangunan SMP Pesantren dan Boarding School SMP Islam Cendekia Cianjur.

http://smpcendikiacianjur.blogspot.com/
LOGO SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR (SICC)

 http://smpitcendekia.weebly.com/
Tampak Depan SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR (SICC)

 http://islamcendikia.blogspot.com/
AULA SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR

LINGKUNGAN SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR



Lingkungan dan suasana sekitar sekolah adalah hal yang sangat penting yang membuat anak siswa menjadi betah dan menambah suasana gairah belajar yang tinggi. Untuk itu  SICC atau SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR merancang lingkungan nya dengan baik, bersih dan hijau sehingga  Sekolah Islam dengan sistem Boarding School yang merupakan SMP Islam Terpadu antara SMP Pesantren dan SMP Umum ini menjadi sekolah yang memiliki lingkungan yang baik dan nyaman untuk tinggal dan bersekolah.

SICC terletak di Cianjur Jawa Barat lengkapnya  beralamat di  Jalan Pramuka, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur. Karena sekolah Islam ini selain sekolah umum juga merupakan pesantren modern  maka bangunan didesain dengan konsep bangunan kelas modern  serta dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti  asrama, masjid, kantin, sarana olah raga dan sarana berkebun agar kegiatan belajar mengajar menjadi bersih dan nyaman serta menimbulkan suasana betah bagi murid murid nya.

Berikut beberapa photo suasana dan lokasi SMP Islam, bangunan SMP Pesantren dan Boarding School SMP Islam Cendekia Cianjur.

1. Kolam ikan di belakang sekolah


http://smpitcendikia.blogspot.com/

 

2. Sawah di bagian samping sekolah
https://plus.google.com/u/0/108052258506552998999

 3. Tampak sekolah dari jalan raya
https://twitter.com/cendikiacianjur


 4. Bangunan sekolah
http://islamcendikia.blogspot.com/

5. Lapangan futsal
 http://smpitcendekia.weebly.com/

 6. Boarding School
https://www.facebook.com/smpislam.cendikiacianjur

Bung Karno Berguru di Pesantren Cianjur Selatan

Ketika Belanda bertekuk lutut dihadapan tentara Jepang, kemudian Jepang dikalahkan Sekutu, maka Indonesia segera memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Tetapi para penjajah yang bergabung dalam tentara Sekutu tidak rela negeri jajahan itu merdeka. Belanda yang masih babak belur belum berani muncul, maka  yang disuruh datang tentara bule dari Inggris yang tidak rela melihat Indonesia merdeka. Bahkan mau menangkap Soekarno Hatta sang Proklamator yang dianggapnya sebagai penajahat perang. Aneh bukan. Sejak dulu hingga sekarang mereka menamai sesuatu sesuai dengan keinginannya sendiri.
Melihat gelagat itu pemerintah Indonesia mempersiapkan beberapa kemungkinan. Saat tentara Inggris telah berdatangan di sekitar Jakarta yang hendak menangkap Soekarno–Hatta, keduanya segera mengungsi ke pedalaman. Anehnya Bung Karno tidak mengungsi di markas militer yang lengkap persenjaataannya, melainkan mengungsi ke pesantren Sukanegara di Cianjur. Rupanya sang Kiai pengasuh pesantren itu adalah teman lama Bung Karno, sehingga kehadirannya di sana di terima dengan tangan terbuka, tanpa sedikit rasa kaget, apalagi kehadirannya tanpa diiringi pengawal yang ketat, hanya diantar Hasjim Ning dan seorang ajudan.
Tampaknya dalam suasana revolusi, perlindungan rohani, dan penjagaan stamina perlu dipertahankan terutama spirit perlawanan jauh lebih diutamakan ketimbang sekadar persenjataan militer. Bagi Bung Karno revolusi tidak hanya revolusi fisik, tetapi revolusi sosial, revolusi ekonomi baru kemudia revolusi kebudayaan. dalam menjalankan program tersebut ia membutuhkan stamina yang kuat. Oleh karena itu support moral seorang ulama sangat diperlukan. Tak seorangpun tahu keberadaan Presidennya di pengungsian itu, para intelijen PID-nya Belanda tak tahu, tidak pula intelijen M-16 Inggris yang konon sangat jeli itu.
Seluruh kebutuhan hidup Presiden itu ditanggung oleh Kiai, dan itu tidak menyulitkan, sebab di sana semuanya tinggal mengambil sendiri di kebun, berbagai macam ikan, pete, bahkan jengkol  kesukaan Bung Karno tinggal ambil di sana. Selain itu di luar musimpun durian kesukaan Sang Proklamator itu bisa saja dicari di tanah itu, sehingga membuat Soekarno betah. Kesetiaan para santri serta masyarakat pada Ajeungannya itu membuat segala kebutuhan kiai untuk menjamu dan menjaga Presiden tidak pernah menjadi masalah.
Oleh karena itu ketika pengusaha Hasjim Ning hendak memberikan uang sumbangan untuk bekal Bung Karno selama dalam pengungsian itu dengan halus ditolak oleh Kiai, sebab kehadiran Soekarno semuanya ada dalam tanggungan Kiai. Lagi pula tidak ada satu kebutuhanpun yang harus dibeli, semuanya dicari dan dikasih oleh masyarakat. Kemudian Hasjim Ning memberikan uang tersebut pada isteri Sang Kiai, dengan mmengatakan bahwa uang ini tidak disumbangkan, hanya untuk jaga-jaga barang kali nanti dibutuhkan Bung Karno. Dengan alasan itu akhirnya uang  diterima Ibu Nyai, sebagai uang titipan bukan untuk digunakan sendiri.
Di tengah perkebunan teh yang sejuk tentu Bung Karno beserta keluarga tidak merasa bosan, apalagi setiap bisa digunakan untuk mendalami pengetahuan keagamaan sebab setiap saat bisa berdialog dengan Kiai yang memiliki pengetahuan mendalam, seorang rohaniawan yang sangat dihormati Bung Karno, sehingga di sana Bung Karno bisa mengisi kehausan spiritualnya di bawah bimbingan seprang ulama yang alim. Sementara sang ulama merasa sangat gembira, sebagaai seorang pelayan umat  bisa melindungi Presiden sang Proklamator yang sedang dalam kejaran penjajah, sehingga semuanya dijalankan dengan suka rela, tanpa pamrih apapun, disumbangpun tidak mau, sebab itu merasa sebagai kewajiaban ulama pada Negara. Karena itu dalam keadaan apapun ulama pesantren tidak mau memberontak baik melalui DI-TII maupu PRRI, sebab tindakan itu berarti mengkhianati perjuangan sendiri.
Ternyata ulama tidak hanya memberi support moral, tetapi juga memberikan dukungan secara fisik. Terbukti kiai Hasyim Asy’ari dengan Resolusi Jihad-nya mampu menggerakkan para santri dan masyarakat sehingga  mampu mengalahkan pasukan Inggris di Surabaya pada tanggal 10 November 1946 yang bersejaraah itu. Menurut Pramoedya Ananta Toer itulah perang termegah dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, bagaimana sekelompok santri dengan senjata seadanya mampu mengalahkan Negara pemenang Perang Dunia kedua yakni Inggris. Karena adanya semangat perlawanan membara dari kaum santri yang dipimpin KH Hasyim Asy’ari melalui resolusi Jihadnya itu.
Tetapi sayang semuanya itu tidak  tercatat dalam sejarah Indonesia, peran kaum santri diabaikan, yang ada hanya peran tentara-tentara nasional, terutama  bekas prajurit KNIL yang selama ini turut menjajah rakyat Indonesia. (Sumber: http://rivafauziah.wordpress.com)
http://smpcendikiacianjur.blogspot.com/
Lapangan Futsal SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR (SICC)

Tawuran antar pelajar


https://www.facebook.com/smpislam.cendikiacianjur

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, mengatakan, pencegahan tawuran pelajar tak bisa dilakukan hanya dengan imbauan dan penyuluhan. Tindakan tegas terhadap pelaku tawuran dinilai akan lebih efektif memutus rantai tradisi tawuran itu.
Devie berpendapat, tawuran antarpelajar merupakan bentuk kekerasan yang khas. Menurutnya, para pelaku tawuran tidak bertindak atas dasar politik atau ekonomi, tetapi untuk identitas kebanggaan. "Maka, pendekatan yang sifatnya pengajaran moral seperti ini cenderung tidak digubris," kata Devie kepada Kompas.com, Jumat (11/10/2013). 

Menurut Devi, pendekatan yang bersifat penyuluhan dari orangtua, guru, atau pihak lain dianggap para pelajar sebagai orang luar yang tidak tahu apa-apa tentang persoalan "dendam antarsekolah" yang telah berlangsung turun-temurun. Oleh karena itu, kata Devie, perlu perombakan sistem yang lebih represif untuk menekan kultur kekerasan ke generasi selanjutnya. 

"Kebijakan yang diterapkan yaitu pemidanaan serius serta ancaman bahwa catatan kriminal akan berdampak buruk bagi masa depan para siswa," ujarnya. 

Perselisihan antarpelajar di Jakarta kini mulai menjurus ke arah kejahatan. Selain menggunakan senjata tajam, pelaku tawuran kini mulai menggunakan cairan berbahaya untuk melukai sasarannya. Dua kasus penyiraman air keras terjadi dalam satu pekan terakhir, antara lain di sebuah bus PPD 213 di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, pada Jumat pekan lalu dan di Jalan Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada siang tadi. 

lingkungan-smp-islam-cendekia-cianjur
Suasana Hijau Lingkungan SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR (SICC)

Rabu, 27 November 2013

Pendidikan Anak dalam Islam

http://sicendikia.blogspot.com/2013/11/lingkungan-smp-islam-cendekia-cianjur.html
Pembangunan masjid SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR (SICC)

Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam. Di dalam Al-Quran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya. Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita temui banyak juga bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan beliau mendidik anak secara langsung.

Seorang pendidik, baik orangtua maupun guru hendaknya mengetahui betapa besarnya tanggung-jawab mereka di hadapan Allah ‘azza wa jalla terhadap pendidikan putra-putri islam.
Tentang perkara ini, Allah azza wa jalla berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6)
Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”

Untuk itu -tidak bisa tidak-, seorang guru atau orang tua harus tahu apa saja yang harus diajarkan kepada seorang anak serta bagaimana metode yang telah dituntunkan oleh junjungan umat ini, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beberapa tuntunan tersebut antara lain:

· Menanamkan Tauhid dan Aqidah yang Benar kepada Anak
Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa tauhid merupakan landasan Islam. Apabila seseorang benar tauhidnya, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid dia pasti terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kekekalan di dalam adzab neraka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni yang lebih ringan daripada itu bagi orang-orang yang Allah kehendaki” (An- Nisa: 48)
Oleh karena itu, di dalam Al-Quran pula Allah kisahkan nasehat Luqman kepada anaknya. Salah satunya berbunyi,
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”.(Luqman: 13)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memberikan contoh penanaman aqidah yang kokoh ini ketika beliau mengajari anak paman beliau, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dengan sanad yang hasan. Ibnu Abbas bercerita,
“Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia) berkumpul untuk memberikan satu pemberian yang bermanfaat kepadamu, tidak akan bermanfaat hal itu bagimu, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan bermanfaat bagimu). Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia)berkumpul untuk mencelakakan kamu, tidak akan mampu mencelakakanmu sedikitpun, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan sampai dan mencelakakanmu). Pena telah diangkat, dan telah kering lembaran-lembaran”.
Perkara-perkara yang diajarkan oleh Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas di atas adalah perkara tauhid.
Termasuk aqidah yang perlu ditanamkan kepada anak sejak dini adalah tentang di mana Allah berada. Ini sangat penting, karena banyak kaum muslimin yang salah dalam perkara ini. Sebagian mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana. Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah ada di hati kita, dan beragam pendapat lainnya. Padahal dalil-dalil menunjukkan bahwa Allah itu berada di atas arsy, yaitu di atas langit. Dalilnya antara lain,
“Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)
Makna istiwa adalah tinggi dan meninggi sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari tabi’in.
Adapun dari hadits,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seorang budak wanita, “Dimana Allah?”. Budak tersebut menjawab, “Allah di langit”. Beliau bertanya pula, “Siapa aku?” budak itu menjawab, “Engkau Rasulullah”. Rasulllah kemudian bersabda, “Bebaskan dia, karena sesungguhnya dia adalah wanita mu’minah”. (HR. Muslim dan Abu Daud).

· Mengajari Anak untuk Melaksanakan Ibadah
Hendaknya sejak kecil putra-putri kita diajarkan bagaimana beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mulai dari tata cara bersuci, shalat, puasa serta beragam ibadah lainnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Al-Bukhari).
“Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berusia sepuluh tahun (bila tidak mau shalat-pen)” (Shahih. Lihat Shahih Shahihil Jami’ karya Al-Albani).
Bila mereka telah bisa menjaga ketertiban dalam shalat, maka ajak pula mereka untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid. Dengan melatih mereka dari dini, insya Allah ketika dewasa, mereka sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut.
· Mengajarkan Al-Quran, Hadits serta Doa dan Dzikir yang Ringan kepada Anak-anak
Dimulai dengan surat Al-Fathihah dan surat-surat yang pendek serta doa tahiyat untuk shalat. Dan menyediakan guru khusus bagi mereka yang mengajari tajwid, menghapal Al-Quran serta hadits. Begitu pula dengan doa dan dzikir sehari-hari. Hendaknya mereka mulai menghapalkannya, seperti doa ketika makan, keluar masuk WC dan lain-lain.
· Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang Mulia
Ajarilah anak dengan berbagai adab Islami seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dll.
Begitu pula dengan akhlak. Tanamkan kepada mereka akhlaq-akhlaq mulia seperti berkata dan bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlaq lainnya.
· Melarang Anak dari Berbagai Perbuatan yang Diharamkan
Hendaknya anak sedini mungkin diperingatkan dari beragam perbuatan yang tidak baik atau bahkan diharamkan, seperti merokok, judi, minum khamr, mencuri, mengambil hak orang lain, zhalim, durhaka kepada orang tua dan segenap perbuatan haram lainnya.
Termasuk ke dalam permasalahan ini adalah musik dan gambar makhluk bernyawa. Banyak orangtua dan guru yang tidak mengetahui keharaman dua perkara ini, sehingga mereka membiarkan anak-anak bermain-main dengannya. Bahkan lebih dari itu –kita berlindung kepada Allah-, sebagian mereka menjadikan dua perkara ini sebagai metode pembelajaran bagi anak, dan memuji-mujinya sebagai cara belajar yang baik!
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda tentang musik,
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ اَلْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
“Sungguh akan ada dari umatku yang menghalalkan zina, sutra, khamr dan al-ma’azif (alat-alat musik)”. (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Abu Daud).
Maknanya: Akan datang dari muslimin kaum-kaum yang meyakini bahwa perzinahan, mengenakan sutra asli (bagi laki-laki, pent.), minum khamar dan musik sebagai perkara yang halal, padahal perkara tersebut adalah haram.
Dan al-ma’azif adalah setiap alat yang bernada dan bersuara teratur seperti kecapi, seruling, drum, gendang, rebana dan yang lainnya. Bahkan lonceng juga, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Lonceng itu serulingnya syaithan”. (HR. Muslim).
Adapun tentang gambar, guru terbaik umat ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah bersabda,
كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ
“Seluruh tukang gambar (mahluk hidup) di neraka, maka kelak Allah akan jadikan pada setiap gambar-gambarnya menjadi hidup, kemudian gambar-gambar itu akan mengadzab dia di neraka jahannam”(HR. Muslim).
إِنِّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَاباً عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَلْمُصَوِّرُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Muslim).
Oleh karena itu hendaknya kita melarang anak-anak kita dari menggambar mahkluk hidup. Adapun gambar pemandangan, mobil, pesawat dan yang semacamnya maka ini tidaklah mengapa selama tidak ada gambar makhluk hidupnya.

· Menanamkan Cinta Jihad serta Keberanian
Bacakanlah kepada mereka kisah-kisah keberanian Nabi dan para sahabatnya dalam peperangan untuk menegakkan Islam agar mereka mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang pemberani, dan sahabat-sahabat beliau seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Muawiyah telah membebaskan negeri-negeri.
Tanamkan pula kepada mereka kebencian kepada orang-orang kafir. Tanamkan bahwa kaum muslimin akan membebaskan Al-Quds ketika mereka mau kembali mempelajari Islam dan berjihad di jalan Allah. Mereka akan ditolong dengan seizin Allah.
Didiklah mereka agar berani beramar ma’ruf nahi munkar, dan hendaknya mereka tidaklah takut melainkan hanya kepada Allah. Dan tidak boleh menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita bohong, horor serta menakuti mereka dengan gelap.

· Membiasakan Anak dengan Pakaian yang Syar’i
Hendaknya anak-anak dibiasakan menggunakan pakaian sesuai dengan jenis kelaminnya. Anak laki-laki menggunakan pakaian laki-laki dan anak perempuan menggunakan pakaian perempuan. Jauhkan anak-anak dari model-model pakaian barat yang tidak syar’i, bahkan ketat dan menunjukkan aurat.
Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang meniru sebuah kaum, maka dia termasuk mereka.” (Shahih, HR. Abu Daud)
Untuk anak-anak perempuan, biasakanlah agar mereka mengenakan kerudung penutup kepala sehingga ketika dewasa mereka akan mudah untuk mengenakan jilbab yang syar’i.
Demikianlah beberapa tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendidik anak. Hendaknya para orang tua dan pendidik bisa merealisasikannya dalam pendidikan mereka terhadap anak-anak. Dan hendaknya pula mereka ingat, untuk selalu bersabar, menasehati putra-putri Islam dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jangan membentak atau mencela mereka, apalagi sampai mengumbar-umbar kesalahan mereka.

Semoga bisa bermanfaat, terutama bagi orangtua dan para pendidik. Wallahu a’lam bishsawab.
)* Diringkas oleh Abu Umar Al-Bankawy dari kitab Kaifa Nurabbi Auladana karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu dan hadits-hadits tentang hukum gambar ditambahkan dari Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah karya Syaikh Muqbil bin Hadi.
Dicopy dari: http://www.wiramandiri.wordpress.com.

15 Kesalahan Mendidik Anak dan Cara Islami Memperbaikinya Oleh Dr. Muhammad bin Abdullah as Sahim (I)

  • http://islamcendikia.blogspot.com/
    Lingkungan SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR (SICC)
    bismillahirrohmanirrohim..
    kali ini saya mau mereview sebuah buku, judulnya ‘15 Kesalahan Mendidik Anak dan Cara Islam Memperbaikinya’ karangan Dr. Muhammad bin Abdullah as Sahim yang diterbitkan oleh Media Hidayah.
    Kenapa saya tertarik membaca buku ini? memang akhir-akhir ini saya senang membaca buku mengenai pendidikan anak, untuk persiapan nantinya jika Alloh berkenan memberi kami seorang anak. bukankah ketika akan menikah kita juga belajar seluk beluk mengenai pernikahan? lalu mengapa ketika kita ingin mempunyai anak kita tidak belajar mengenai itu..
    Sedemikian kompleks mendidik anak, sebanding itu pula Alloh subhana wa ta’ala memberi pahala kepada orang tua yang mampu mendidik anak sesuai aturan-Nya. Jadi jangan sampai kita melakukan kesalahan-kesalahan yang disebutkan di buku ini ketika mendidik anak kita nantinya. 
    Tujuan tertinggi seseorang dalam mendidik adalah terealisasikannya pada diri anak didik: ibadah kepada Alloh, ikhlas karena-Nya, dan terhindar dari segala kesyirikan.
    Membaca buku ini saya merasa ‘makjleb’, beberapa kesalahan yang ditulis di sini banyak saya jumpai di sekitar lingkungan saya tinggal. Misal ketika anak mogok sekolah, orang tua menakutinya dengan ucapan ‘nanti ditangkap pak polisi kalau nggak mau sekolah’ bahkan yang ekstrim ada orang tua yang mengatakan ‘nanti kamu dikhitankan lho kalau nggak mau sekolah’. Walah walah, masa menakuti anak pakai khitan, padahal kan khitan wajib untuk anak laki-laki, nanti kalau anak sudah baligh tapi nggak mau khitan gara-gara sejak kecil ditakut-takuti seperti itu, gimana? 
    Sebagai orang tua, atau calon orang tua, memang sebaiknya kita mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum kelahiran anak kita, jadi ketika anak kita lahir, kita sudah mempunyai bekal yang cukup untuk mendidiknya.
    Kalau sudah terlanjur punya anak dan menerapkan pendidikan yang ‘salah’ ada baiknya kita ubah dari sekarang. Karena mendidik anak tak semata hanya mengajari anak saja, tapi kita sebagai orang tua pun dituntut untuk selalu belajar.
    Berpegang teguh dengan syariat Alloh, mengikuti sunnah Rasul dan berdoa kepada Alloh merupakan hal yang sangat penting dalam keberhasilan mendidik anak.
    Buku ini membahas beberapa kesalahan dalam mendidik anak di antaranya:
    1.       takut kepada manusia
    tanpa sadar kadang kala orang tua membelokkan anak didik dari perasaan takut diawasi oleh Alloh, kepada ketakutan dan rasa diawasi oleh manusia.
    Contoh, perkataan orang tua:
    -          Nak tinggalkan perbuatan ini supaya kau tidak ditertawakan orang!
    -          Nak, lakukan ini supaya orang suka kepadamu!
    -          Nak, apa yang akan dikatakan orang  kalau kau melakukan perbuatan ini…
    Dampak jelek:
    -          Anak terbiasa menengok bagaimana respon manusia ketika hendak beribadah atau bermuamalah.
    -          Anak akan tekun beribadah hanya tatkala masyarakat melakukan amalan itu, tapi bila dia kembali ke lingkungannya (yang durhaka) dia pun akan kembali kepada kesesatan.
    -          Anak akan meninggalkan ibadah karena jauh dari control masyarakat dan hilangnya perasaan diawasi oleh Alloh.
    -          Anak akan sangat mudah melakukan pelanggaran syariat di saat tidak diawasi orang
    Solusi:
    -          Para pendidik menanamkan pada hati anak-anak kalian rasa diawasi oleh Alloh dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan, beramal ibadah karena Alloh semata dalam keadaan sedih maupun senang.
    “Barangsiapa mengharapkan ridha Alloh dengan rela mendapatkan murka manusia, maka Alloh akan mencukupkan dia dari tanggungan manusia; dan barangsiapa mengharapkan ridha manusia dan rela mendapat murka Alloh, maka Alloh akan jadikan dia tergantung kepada manusia.”
    2.       mendidik anak dengan motivasi duniawi
    banyak kita dapati orang yang menghabiskan waktunya tanpa mengetahui hakikat tujuan hidupnya, mereka lalai akan tujuan hidupnya.
    Contoh, perkataan orang tua:
    -          “Berupayalah kamu untuk membangun masa depanmu” sehingga mencari sarana hidup pun menjadi tujuan utama. kita tidak mengatakan “kerjakanlah ini dan itu karena umurmu semakin bertambah.” karena kita tahu bahwa umur manusia terbatas. mengapa kita tidak memberinya keyakinan bahwa rizki untuk hidup di dunia ini sudah dijamin oleh Alloh sebagaimana kita memberinya keyakinan bahwa ajal itu tidak bisa dikurangi.
    Dampak jelek:
    -          Kesukaan anak yang berlebihan pada liburan dan ijazah, serta berbuat curang dalam ujian (bila mendapat kesempatan) karena anak didik tidak konsentrasi untuk meraih ilmu dari belajarnya, tapi hanya memandang sekolah sebagai formalitas untuk mewujudkan impian dan cita-citanya.
    -          Anak lebih suka memperturutkan hawa nafsu, sibuk dalam urusan dunia, lalai akan tujuan hidup yang sebenarnya, merasa tentram dengan urusan dunia namun lalau dengan akhirat, serta hilangnya kemampuan yang telah Alloh amanahkan kepadanya.
    -          Akan membelokkan anak dari tujuan hidup yang mulia, sehingga terbukalah peluang bagi musuh Islam untuk menguasai mereka
    Solusi:
    -          Seorang pendidik perlu menjauhkan anak didiknya dari hal-hal yang membawa kepada kebinasaan dan ketergelinciran, mengangkat derajad mereka dari derajad binatang menjadi derajad manusia yang mempunyai semangat untuk mengemban amanat.
    -          Seorang pendidik perlu membuat anak didik mulia dengan memberinya risalah ilahi dan memberinya amanat kepemimpinan, sehingga tinggi semangat dan terarah hidupnya.
    -          Menanamkan pada diri anak perasaan sebagai seorang Islam yang wajib berbeda dari orang kafir dalam segala hal, penampilan, gaya bicara, maupun tujuan dan angan-angannya.
    -          Menanamkan perlunya bergaul dengan orang-orang yang dekat kepada Alloh.
    -          Memberikan pengarahan kepada anak dan mendorongnya untuk berperan serta mewujudkan cita-cita dan impian kaum muslimin.
    -          Memotivasinya agar menegakkan syariat secara individu di rumahnya, serta memanfaatkan waktu senggangnya untuk kegiatan yang bermanfaat bagi kaum muslimin.  
    3.       mendidik anak suka mengejek
    Disebabkan berbagai macam nikmat pada diri seseorang, dan akibat didikan yang salah, maka muncullah anak sebagai seorang yang suka mengejek dan mencela.
    Sebab:
    -          Banyaknya kenikmatan dan karunia yang dia miliki serta banyaknya orang fakir yang dating untuk menjadi pekerjanya, hal ini mendorong orang yang mempunya potensi takabur untuk berlaku takabur, sombong, dan meremehkan orang lain
    -          Lalai terhadap ukuran Alloh yang telah ditetapkan sebagai pedoman dalam menghormati dan memuliakan seseorang (taqwa).
    -          Lalai adanya adzab Alloh.
    -          Ketidaktahuan akan peringatan dan larangan Alloh dan RasulNya tentang mengejek dan menghina kaum muslimin (karena boleh jadi mereka yang diejek lebih baik daripada mereka yang mengejek).
    -          Mengganti ukuran Ilahi  yang telah Dia tetapkan untuk mengukur derajat dan kemuliaan hambaNya dengan timbangan keduniaan jahiliyah seperti warna kulit, bangsa, tanah kelahiran, suku, dll
    Dampak jelek:
    -          Bila disebut-sebut orang yang terkemuka, dia sangat bersemangat karena dirinya merasa sepadan dengan mereka.
    -          Bila disebut-sebut orang yang kaya dihadapannya, dia akan bertanya panjang lebar bagaimana cara mencari kekayaan tersebut. Bila yang disebut orang miskin, maka dia acuh tak acuh.
    -          Anak merasa bangga ketika memakai mobil bagus, berpakaian trendy, dan kepada orang yang bermobil usang dia akan sombong.
    Solusi:
    -          Perlu diketahui sungguh-sungguh bahwa mengejek bisa mengeluarkan diri dari Islam, seperti; mengolok-olok Alloh, malaikat, para nabi, para rasul serta orang shaleh.
    -          Perlu diketahui bahwa konsekuensi mengejek adalah adzab yang pedih.
    -          Perlu disadari bahwa semua kenikmatan datangnya dri Alloh, maka selayaknya pujilah Alloh dan bersyukur kepadanya.
    -          Ketika setan menghiasi diri kita untuk berbuat congkak, sadarlah bahwa semua nikmat itu adalah dari Alloh dan Alloh maha kuasa untuk mencabutnya juga.

    Bersambung (insyaAlloh)..